27 Sya'ban 1447 H - Shalat berjamaah menempati posisi yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Ia bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana pembinaan iman, kesabaran, keikhlasan, serta penguat ukhuwah di tengah umat. Rasulullah ï·º memberi teladan langsung tentang betapa agungnya nilai shalat berjamaah, bahkan dalam kondisi paling berat sekalipun.
Melalui berbagai riwayat shahih, kita dapat menyaksikan bagaimana perjuangan Rasulullah ï·º dan para sahabat dalam menjaga shalat berjamaah, khususnya shalat Isya dan Shubuh. Hadits-hadits berikut menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kaum muslimin agar tidak meremehkan ibadah yang penuh keutamaan ini.
(311) Diriwayatkan dari Aisyah r.ha. berkata, "Ketika Nabi saw. jatuh sakit dan sakitnya semakin parah, beliau meminta izin kepada istri-istrinya yang lain supaya perawatannya dilakukan di rumah saya, maka mereka pun mengizinkannya. (Ketika tiba waktu shalat) Rasulullah saw. keluar (menuju masjid) dengan dipapah oleh dua orang sedangkan (karena sangat lemahnya) kedua kaki beliau terseret pada tanah." (Hr. Bukhari, bab Mandi dan wudhu ketika berinai…, Hadits nomor 198)
(312) Diriwayatkan dari Fadhalah bin Ubaid r.a., bahwa apabila Rasulullah ï·º (mengimami) shalat di depan orang-orang, maka ada beberapa orang dari ahli shuffah yang jatuh dari berdirinya dikarenakan sangat lapar, sehingga orang-orang Arab kampung mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang gila. Ketika Rasulullah ï·º telah selesai shalat, maka beliau menoleh kepada mereka sambil bersabda, "Seandainya kalian mengetahui ganjaran bagi kalian di sisi Allah, pastilah kalian menginginkan agar hidup lebih miskin lagi."(Hr. Tirmidzi, hadits hasan shahih, Hadits nomor 2368)
(313) Diriwayatkan dari Utsman bin Affan r.a. bahwa Rasulullah ï·º bersabda, "Barangsiapa mengerjakan shalat Isya dengan berjamaah, maka seolah-olah ia beribadah setengah malam, dan barangsiapa mengerjakan shalat Shubuh dengan berjamaah, maka seolah-olah ia beribadah sepanjang malam." (Hr. Muslim, Hadits nomor 1491)
(314) Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah ï·º bersabda, "Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Shubuh dan Isya (berjamaah)." (Hr. Muslim, Hadits nomor 1482)
(315) Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ï·º bersabda, "Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terdapat dalam shalat Isya dan shalat Shubuh berjamaah di masjid, pastilah mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak." (Hr. Bukhari, Hadits nomor 615)
(316) Diriwayatkan dari Abu Bakrah r.a. bahwa Rasulullah ï·º bersabda, "Barangsiapa mengerjakan shalat Shubuh dengan berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Allah."
(Hr. Thabrani dalam Al-Kabir, Majma’uz Zawaid II/29)
Hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa shalat berjamaah, khususnya shalat Shubuh dan Isya, bukanlah ibadah ringan yang boleh diremehkan. Ia adalah tolok ukur keimanan, pembeda antara keikhlasan dan kemunafikan, serta jalan menuju perlindungan dan pahala besar di sisi Allah SWT.
Semoga kita diberi kekuatan untuk meneladani Rasulullah ï·º dan para sahabat dalam menjaga shalat berjamaah, meski di tengah kesibukan, kelelahan, dan berbagai keterbatasan. Karena di balik setiap langkah menuju masjid, tersimpan kemuliaan dan rahmat yang tidak ternilai. Aamiin.
*) Klik Logo Masjid di kiri atas untuk kembali ke menu utama

0 Komentar