Di antara tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh signifikan di Desa Botumoputi, nama Hamka Tuna, A.Ma.Pd, selalu memiliki tempat istimewa di hati warga. Sosok yang akrab disapa "Pak Guru Hamka" dikenal sebagai pribadi yang mengabdikan hidupnya sekaligus dalam bidang birokrasi dan dakwah.
Sebagai pensiunan Sekretaris Camat (Sekcam), beliau bukan hanya seorang abdi negara yang menjalankan tugas dengan baik. Jejak pengabdiannya di ranah keagamaan juga sangat jelas tercatat ketika mengemban amanah sebagai Ketua Takmirul Masjid Al-Istiqlal Desa Botumoputi, sebuah tanggung jawab besar yang dijalankan dengan penuh integritas di tengah kesibukannya sebagai pelayan masyarakat.
Yang patut diperhatikan, masa kepemimpinan beliau di masjid tersebut berlangsung ketika ia masih aktif menjabat sebagai Penilik Pendidikan. Di tengah kesibukan mengawasi proses pendidikan di wilayahnya, Pak Guru Hamka tetap konsisten memastikan bahwa rumah Allah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Desa Botumoputi.
Selama empat tahun memimpin Takmirul Masjid, beliau secara tekun mengelola berbagai kegiatan ibadah, mengatur administrasi masjid, serta menjaga kerukunan dan kebersamaan di antara jamaah. Dedikasinya yang tulus dan ikhlas memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Masjid Al-Istiqlal pada masa itu.
Perjalanan kepemimpinannya di masjid tersebut mencapai akhir pada hari Rabu, 13 Oktober 2004. Setelah menyelesaikan amanah selama satu periode dengan baik, Pak Guru Hamka resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Sirajudin Aliyu, S.Ag.
Meskipun masa jabatannya telah berakhir, fondasi yang dibangun dan semangat pengabdian yang ditanamkannya tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi warga hingga saat ini.
Kisah Pak Guru Hamka menjadi contoh nyata bahwa jabatan di lingkungan pemerintahan bukanlah penghalang untuk berkhidmat kepada agama dan masyarakat.
Dedikasinya yang terjalin dalam peran sebagai Penilik Pendidikan, Sekcam, dan Ketua Takmirul Masjid menjadikannya sosok teladan bagi generasi muda Desa Botumoputi tentang pentingnya menyelaraskan pengabdian duniawi dengan bekal untuk kehidupan akhirat.

0 Komentar