Assalamualaikum... Selamat Datang Blog Resmi Masjid Jami' Alistiqlal Desa Botumoputi Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo

Khutbah Jum'at : Tahun Baru, Ajal Semakin Dekat

TIBAWA, GORONTALO – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Istiqlal yang terletak di Dusun Polia, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo pada Jumat siang. Ratusan jemaah tampak memadati ruang utama masjid untuk menunaikan ibadah shalat Jumat (03/07/2026).

Bertindak sebagai khatib, Ustaz Farhan Husain menyampaikan khutbah menyentuh hati bertepatan dengan 16 Muharram 1448 Hijriyah. Ia mengajak seluruh masyarakat setempat memanfaatkan momentum tahun baru sebagai sarana evaluasi diri

Dalam khutbahnya yang bertajuk "Tahun Baru, Ajal Semakin Dekat", Farhan mengingatkan jemaah mengenai hakikat waktu. Menurutnya, pergantian tahun baru Islam bukanlah penanda bertambahnya usia, melainkan berkurangnya jatah hidup di dunia

Ia juga menekankan pentingnya membuka lembaran baru dengan memperbanyak amal ibadah dan menjauhi kemaksiatan. Setiap perbuatan manusia sejak bangun tidur akan terekam dalam buku catatan amal untuk dipertanggungjawabkan kelak.

Lebih lanjut, khatib mengajak jemaah merenungkan kepastian datangnya kematian yang tidak bisa dimajukan maupun ditunda. Fenomena melemahnya fisik dan rambut memutih merupakan alarm nyata bahwa akhir perjalanan hidup semakin dekat. Allah Swt. berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajal mereka telah datang, mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak pula memajukannya." (QS. Al-A'raf: 34)

Farhan mengutip hadis Rasulullah tentang pentingnya mengingat kematian agar manusia tidak melulu mengejar kemegahan duniawi. Mengingat ajal dinilai efektif melunakkan hati sehingga seseorang lebih rajin beribadah dan bersedekah. Rasulullah Saw. bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (yaitu kematian)." (HR. At-Tirmidzi)

Melalui mimbar tersebut, jemaah diimbau segera memperbarui tobat dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat iman. Umur umat Nabi Muhammad yang relatif singkat harus diisi dengan persiapan bekal menuju alam akhirat. Rasulullah Saw. bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
"Umur umatku berkisar antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit di antara mereka yang melebihi usia tersebut." (HR. At-Tirmidzi)

Khatib juga membagikan kiat mengelola waktu terbaik, yaitu dengan menjaga kedisiplinan shalat lima waktu secara konsisten. Shalat dinilai sebagai induk ibadah sekaligus cerminan fondasi karakter utama seorang muslim[span_10. Allah Swt. berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
"Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian." (QS. Ibrahim: 7)
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)

Pada bagian akhir, Farhan menukil ayat Al-Qur'an tentang pentingnya merencanakan pengelolaan waktu demi hari esok. Jika ibadah shalat seseorang diterima oleh Allah, maka amal kebaikan yang lainnya juga akan ikut diterima[span_13. Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

Ibadah shalat Jumat di Masjid Al-Istiqlal ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh khatib. Jemaah tampak larut dalam doa, memohon keberkahan daerah dan akhir hidup yang husnul khatimah.

0 Komentar